R. Ngt. Sosrodiwirjo, beliau mempunyai anak 9 orang, tiga (3) diantaranya merantau sampai ke daerah Banten yaitu R. Prawiro yang wafat di Betawi (Jakarta), R. Prawiranata yang menjadi Ass. Wedana Cikande (Banten) dan R. Prawirasupradja menjadi Wedana Anyer (Banten).
R. Sosrodihardjo menjadi Wedana Selokaton, wafat di Mekkah, salah satu cucunya Dr. Sugiono (alm) yang banyak mengetahui tentang keluarga (dokter spesialis anak di RSCM Jakarta). R. Sosrodimedjo menjadi Mantri Polisi di Dadapayam, R. Ngt Atmoprawiro Mantri Kadaster di Tegal.
Beliau putra pertama dari R. Kertodiwirjo (Lurah Panjunan) dan beliau juga mempunyai 8 orang adik. Adik bungsunya adalah R. Suwadji menjadi Wedana Maspati yang salah satu keturunannya yaitu Dr. Sutomo di Surabaya.
( narasumber : Sedjarah Saking Selo, http://www.balabala2008.wordpress.com & dipublikasikan kembali oleh Johnny Suyudi)
H. Mas Arsjad adalah putra tunggal dari pasangan H. Mas Tjakradipura atau lebih banyak dikenal dengan nama DEMANG KATJUNG dengan istri Ramlah (Nyi Bunder).
Haji Mpek adalah nama panggilan disekitar tempat tinggalnya dan kerabat dekat. Semasa mudanya berdagang kebutuhan dapur di Pasar, tetapi setelah ayahnya pergi naik haji dengan saudaranya (lain ibu), karena niatnya kuat maka ia bertekad ingin pergi juga menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Setelah tabungannya memungkinkan dan mencukupi barang-barang dagangan dijualnya semua untuk biaya ke Tanah Suci dan juga untuk keperluan keluarga yang ditinggalkan. Sebagai bekal tambahan selama dalam perjalanan, ia membantu orang lain sesama berangkat haji sebagai juru masak.
Setelah menjadi haji dan kembali ke Tanah Air, beliau melamar menjadi pegawai pengairan (PU sekarang). Walaupun membacanya tidak begitu lancar, untuk memperlancarkannya ia belajar sendiri sambil bekerja. Karena ketekunannya dan sebagai pegawai yang dapat dipercaya, akhirnya diangkat sebagai Hoofd Mandoor (Pengawas).
Begitu tragis, beliau wafat (+/-thn 1947an) karena fitnah dari orang lain. Di Makamkan di Tempat Pemakaman Umum PEJATEN-SERANG. Di Pemakaman ini pula dimakamkan diantaranya istrinya yang terakhir Ratu Siti Hadidjah, anaknya Hj. Sufiah dan suami, Hj. Amenah dan suami, cucunya Solichin, Fathonah. (nara-sumber H. Mas Hulman dan dipublikasikan oleh Johnny Suyudi)
(nara-sumber: majalah Intisari Okt´1967 dan dipublikasikan kembali oleh Johnny Suyudi)
Aki Ahmad, nama panggilan dari cucu-cucunya adalah putra tunggal dari pasangan R. Wahid Prawirasupradja bin R. Ngt. Sosrodiwirjo dan menikah dengan R. Mino Rukminah binti R. Yusuf Amidjajakusumah. Ayahnya, Wedana Anyer Banten yang berdomisili terakhir di daerah Sempu Serang Banten, sehingga dikenal dengan panggilan mbah’Sempu. Menurut salah satu cucunya (R. Wahid Ibrahim): ): Aki Ahmad adalah bisa disebut Insinyurnya dalam membangun jembatan kereta api di pulau Jawa pada jaman Belanda dalam pembangunan jalur kereta api. Kepada siapa saja yang mengenal riwayat beliau, dimohon untuk memberi masukan-masukan, dan terima-kasih atas perhatiannya. (dipublikasikan oleh Johnny Suyudi)
ccc
ccc





